Monday, June 6, 2016

Ketika Perih Menghantam, Ingat Kau Pernah Menulis Ini


credit
Pandangan mata menerawang sementara pikiran terempas ke dalam melankoli yang diciptakan sendiri. Mobil melaju dengan kecepatan konstan seolah memutarkan ribuan memori yang mengundang perih. Kesedihan itu masih ada. Terkungkung dalam alam bawah sadar. Tempat yang jarang dikunjungi, dan tak jarang terlupa kalau ia ada. Tertutupi tawa dan senyum palsu atau setidaknya keceriaan yang tak utuh. Bulir hangat mendesak keluar namun tertahan pada keangkuhan. Begitu pongah untuk sekadar menunjukkan kesedihan pada dunia yang tak henti menertawakan dan menawarkan segala tingkah dan ulah.

Friday, April 1, 2016

Tentang Bacaan Menye-menye dan Bla-bla-bla Lainnya

Alert: post ini murni berisi opini pribadi tanpa bermaksud mendiskreditkan karya tertentu karena selera nggak pernah bisa boong.

source
Sebagai pembaca sastra pemula saya bersyukur sekaligus menyesal. Bersyukur karena akhirnya di usia-yang-tak-lagi-muda-ini saya akhirnya bisa menemukan bacaan yang merupakan my cup of tea. Ya, bacaan yang berbau sastra yang begitu kaya tak hanya pada ide cerita tapi juga diksi, dll, dsb, etc. Bacaan yang aupik tenan di mata saya seperti karya-karya Eka Kurniawan, Ayu Utami, Okky Madasari, Andina Dwifatma, Yusi Avianto Pareanom, dan beberapa penulis ketje yang karyanya selalu nendang. Dan sekaligus saya menyesal kenapa tak dari dulu berkenalan dengan bacaan seperti ini. Kenapa mata saya baru melek terhadap sastra di usia-yang-tak-lagi-muda-ini. Ya, tapi sudahlah. Selagi napas hidup masih dikaruniakan Sang Maha, saya telah bertekad untuk memperkaya diri dengan bacaan yang nggak menye-menye.

Lantas, apa itu bacaan menye-menye?

Sunday, March 27, 2016

7 Blog Terfavorit


Sejak post tentang 11 Blog Terfavorit (yang belakangan menyusut menjadi 10) terbit, saya berencana untuk memperbarui post tersebut tiap 6 bulan sekali. Tapi tak dinyana realisasinya baru bisa terwujud hampir 3 tahun setelahnya.

Apakah saya masih suka blog walking? Tentu saja. Tapi mungkin intensitasnya tak sesering dulu lagi. Penyebabnya karena kesibukan pekerjaan, dan kalaupun ada waktu luang saya lebih memilih membaca buku (atau kegiatan lain).

Aktivitas membaca buku ternyata sedikit banyak memengaruhi pilihan saya pada blog di mana saya mau menghabiskan waktu dengan berselancar. Bisa dikatakan saya jadi lebih selektif dalam memilih blog disesuaikan dengan selera saya terhadap jenis bacaan. Tak dapat disangkal, pada akhirnya blog yang saya anggap bahasannya menye-menye dan ngelantur tanpa ragu saya unfollow.

Saya pun sadar blog saya masih jauh dari kesan blog yang bikin orang betah untuk berlama-lama mengubeknya, tapi sikap saya yang selektif terhadap pilihan blog yang saya kunjungi (dan ikuti) adalah keputusan yang tidak akan saya sesali. Alih-alih, saya kini merasa waktu luang saya teralokasikan dengan baik ketika saya mengunjungi blog-blog yang berbobot di mata saya.

Seperti yang pernah saya utarakan bahwa tiap blog memiliki keunikannya tersendiri, pun selera tiap orang terhadap blog yang menurutnya bagus sudah pasti berbeda. Jadi, 7 blog yang akan saya sebutkan dalam post ini adalah murni termasuk dalam selera saya (jadi, bisa saja blog-blog tersebut biasa saja menurut Anda).

Well, tak perlu banyak babibu lagi. Inilah 7 blog terfavorit versi saya (kenapa 7? Karena 7 adalah angka favorit saya. As simple as that.):

Thursday, January 14, 2016

30 Books to (Buy and) Read Before June 2016

source
Since I've committed to read more Indonesian literature, I looked for the books from Indonesian authors which tempt me to buy and (of course) read. Thanks for goodreads for making this job easier. Special thanks to those books' reviewers out there who have written an honest review for each book they read which attract me to grab those books. I really appreciate that!

I declare June as my month (because I was born on June), that's why I have a target to buy some books that I urge to read.

So, here they are... 30 Books to (Buy and) Read Before June 2016:

Sunday, November 1, 2015

Bagaimana Caranya untuk Diam?

credit
Bagaimana caranya untuk diam? Pertanyaan ini mungkin pernah kuajukan lebih dari setahun yang lalu melalui surat yang kukirimkan kepada dia yang mungkin tak pernah membacanya. Bahkan sampai saat ini belum ada jawaban kutemui darinya. Aku hanya bisa mengira-ngira jika saja ia telah membaca suratku mungkin ini jawaban yang akan dia berikan...

Saturday, October 3, 2015

Sekepul Rasa Muak

credit
Beberapa orang terlalu sibuk mempublikasikan musibah sampai-sampai mereka lupa untuk berempati terhadap para korban. Is this our society-nowadays, uh?

Mungkin ini sedikit komentar bernada sinis yang bisa saya lontarkan (meski hanya) lewat status BBM yang kemudian ditimpali seorang kawan dengan pernyataan: “... dan beberapa orang sibuk nge-selfie di tempat kejadian.” IRONIS? Saya hanya bisa mengernyitkan dahi.

Friday, July 31, 2015

Siapa yang Naif di Sini?

“Orang yang suka baca buku (dalam hal ini novel) adalah tipe orang yang akan mudah percaya terhadap karakter-karakter dalam buku yang ia baca sehingga dengan impulsifnya menyimpulkan bahwa semua orang yang ia temui dalam hidup mirip seperti karakter-karakter tersebut. Lebih parahnya lagi saat membaca cerita tentang prince charming, dsb, ia akan mencoba untuk menemukan semacam prince charming tersebut di kehidupan nyata yang sesungguhnya tak benar-benar ada di dunia ini seberapa kuat pun ia berusaha menemukannya.”

“PARDON ME?”